perpustakaan online

Minggu, 07 Oktober 2012

Jenis Dan Macam penelitian


JENIS PENELITIAN
1. Menurut tujuan:
- dasar (murni): menemukan pengetahuan baru yg sebelumnya blm prnh diketahui;
-Terapan : memecahkan mslh2 kehidupan praktis.
2 Menurut Metode
• Survey : penelitian pd populasi, diambil sampel sehingga ditemukan hubungan-hubungan antar variabel, umumnya diambil generalisasi & tdk mendalam.
•  Ex Post Pacto : Meneliti peristiwa yg tlh terjadi, merunut ke blk utk menget faktor2 penyebab terjadinya kejadian tsb
• Eksperimen : Berusaha mencari pengaruh variabel tertentu thdp variabel lain yg terkontrol secara ketat (mis; pengaruh metoda kerja baru thdp produktivitas kerja)
• Naturalistik: Sering disebut metode kualitatif utk meneliti obyek alamiah (lawan eksperimen), analisis induktif, hasil penelitian menekankan makna bkn generalisasi.
Jenis-jenis metode penelitian
• Metode deskriptif:
penelitian yang menggunakan metode kuantitatif untuk menggambarkan fenomena seperti apa adanya fenomena tersebut. Bukan bermaksud untuk memanipulasi atau mengontrol. Contoh:
–                       Naturalistic observation
–                       Survey research
Metode eksperimental:
bertujuan memanipulasi dan mengontrol variabel untuk melihat/menetapkan hubungan sebab-akibat.
–                       Quasi-experimental designs
–                       True experimental designs
–                       Single-subject designs
KLASIFIKASI PENELITIAN SOSIAL
1. Berdasarkan Sifat dan Tujuan Penelitian
Soerjono Soekanto melihat dari segi “sifat penelitian”, beliau membedakan penelitian sosial menjadi tiga tipe, yaitu penelitian eskploratori, penelitian deskriptif, dan penelitian eksplanatori. 14 J. Vredenbregt melihat dari segi “tujuan penelitian”, beliau juga membedakan penelitian sosial menjadi tiga tipe, yaitu penelitian eksploratori, penelitian deskriptif, penelitian eksplanatori.15 Robert K. Yin melihat dari segi strategi studi kasus, ada tiga tipe studi kasus penelitian sosial yaitu exploratory case study, descriptive case study, and explanatory case study.16 Dengan demikian, ada tiga tipe penelitian sosial, yaitu:
a penelitian eksploratori (exploratory study);
b. penelitian deskriptif (descriptive study);
c. penelitian eksplanatori (explanatory study).

1.1 Penelitian Eksploratori
Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memper- oleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan.
Metode pengumpulan data primer yang digunakan adalah observasi di lokasi penelitian dan wawancara dengan responden. Mereka yang dapat dijadikan responden adalah tokoh masyarakat setempat, pejabat pemerintah daerah setempat, anggota kelompok masyarakat tertentu, semuanya yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian eksploratori. Penelitian eksploratori adalah semacam studi kelayakan (feasibility study)
Misalnya, peneliti ingin memperoleh data awal tentang kemungkinan mendirikan cabang perusahaan asuransi jiwa di kota Metro. Peneliti menyusun daftar pertanyaan (bukan rumusan masalah) guna mengetahui potensi pemasaran asuransi jiwa sebagai berikut:
a. Berapa jumlah penduduk di kota Metro?
b. Apa mata pencarian mereka?
c. Berapa jumlah pendapatan per kapita?
d. Apa ada perusahaan asuransi jiwa di kota Metro?
e. Bagaimana pengetahuan penduduk tentang asuransi jiwa?
f. Apakah pernah dilakukan penelitian tentang asuransi jiwa di kota Metro?
g. Apakah pernah dilakukan pemasaran asuransi jiwa melalui penyuluhan kepada penduduk kota Metro?
h. Dan seterusnya sesuai dengan tujuan penelitian.
Berdasarkan jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan hasil analisis dapat disimpulkan apakah cukup potensial atau tidak membuka cabang asuransi jiwa di kota Metro. Hasil penelitian eksploratori tersebut dijadikan masukan bagi manajemen kantor pusat perusahaan asuransi jiwa untuk mengambil keputusan apakah patut membuka kantor cabang asuransi jiwa di kota Metro.

1.2 Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif bersifat pemaparan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap tentang keberadaan komunitas tertentu yang berdiam di tempat tertentu, atau mengenai gejala sosial tertentu, atau peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Pada penelitian tipe ini, peneliti biasanya sudah memperoleh data awal atau mempunyai pengetahuan awal tentang masalah yang akan diteliti. Pada penelitian deskriptif, seorang peneliti sudah biasa menggunakan teori atau hipotesis. Contoh penelitian deskriptif yang akan diperoleh paparannya adalah mengenai: “Kesadaran hukum masyarakat pengguna jalan raya terhadap ketertiban lalu lintas di Kota Bandar Lampung”. Masalah yang dapat dikemukakan adalah: Faktor-faktor apakah yang menyebab- kan tingginya angka kecelakaan lalu lintas angkutan kota di Bandar lampung?

Dugaan yang dapat diperkirakan sebagai penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas angkutan kota adalah faktor pengemudi angkot, pejalan kaki, pedagang kaki lima, petugas parkir, yang tingkat kesadaran hukumnya rendah, dan faktor sarana lalu lintas yang tidak sempurna di kota Bandar Lampung. Apa benar demikian? Fokus penelitian adalah pada kesadaran hukum pengemudi angkot, pejalan kaki, pedagang K5, petugas parkir, dan sarana lalu lintas (luas jalan, pembatas jalan, trayek angkot, rambu-rambu lalu lintas, fasilitas parkir, sebra cross, jembatan penyeberangan). Lokasi penelitian di kota Bandar Lampung. Faktor-faktor yang akan diungkapkan adalah faktor objektif (sarana lalu lintas), dan faktor subjektif (manusia pengguna jalan raya).

Faktor objektif yang dapat diungkapkan meliputi:
a. Jalan dilengkapi/tidak dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas.
b. Berfungsi/tidak berfungsinya rambu-rambu lalu lintas.
c. Jalan memakai pembatas/tidak memakai pembatas.
d. Jalan dijadikan/tidak dijadikan tempat parker.
e. Jalan ditempati/tidak ditempati oleh pedagang kaki lima.
f. Jalan dilengkapi/tidak dilengkapi tempat penyeberangan khusus;
g. Trayek angkot ditentukan/tidak ditentukan, padat/tidak padat.

Faktor subjektif yang dapat diungkapkan meliputi:
a. Tingkat pendidikan
b. Pengetahuan tentang peraturan lalu lintas (UU No.14 Tahun 1992).
c. Pengetahuan persyaratan teknis kendaraan bermotor.
d. Lama pengalaman jadi supir angkot.
e. Cara memperoleh SIM.
f.  Angkot milik sendiri atau pengusaha.
g. Sistem penegakan hukum lalu lintas.

Gambaran atau paparan yang diperoleh berdasarkan faktor-faktor yang diungkapkan tadi akan menentukan tinggi/rendah tingkat kesadaran hukum pengguna jalan raya dan keefektifan sarana lalu lintas di kota Bandar Lampung, sehingga pelaksanaan lalu lintas menjadi semrawut/tidak semrawut. Menurut teori sosiologi hukum lalu lintas, makin tinggi kesadaran hukum pengguna jalan raya, makin sempurna sarana lalu lintas, makin kecil kemungkinan terjadi kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya, makin rendah kesadaran hukum pengguna jalan raya, makin tidak sempurna sarana lalu lintas, makin besar kemungkinan terjadi kecelakaan lalu lintas. Hipotesis yang dapat dirumuskan adalah: “Makin rendah kesadaran hukum pengguna jalan raya dan makin tidak sempurna sarana lalu lintas, makin tinggi angka kecelakaan lalu lintas”.

1.3 Penelitian Eksplanatori
Penelitian eksplanatori bersifat penjelasan dan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Contoh penelitian eksplanatori bidang hukum keluarga adalah mengenai: “Pengaruh kesejahteraan rumah tangga terhadap kenakalan remaja”. Hipotesis yang akan diuji misalnya adalah “Makin sejahtera kehidupan rumah tangga, makin rendah tingkat kenakalan remaja”. Ternyata hasil penelitian hukum keluarga menunjukkan pengaruh negatrif yang signifikan, berarti hipotesis itu tidak benar, harus ditolak. Kehidupan rumah tangga masyarakat umumnya sudah sejahtera, namun tingkat kenakalan remaja masih tinggi, ini berarti ada variabel lain yang menjadi penyebab kenakalan remaja, tetapi luput dari penelitian, misalnya faktor siaran televisi atau bacaan tidak mendidik (porno, kekerasan, kekejaman).

TUGAS
METODE PENELITIAN SOSIAL
Oleh
NAMA      :  Furqon
NIM      : 105080400111032
KELAS      : S01



FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012




SOAL :
1.    Apa yang anda ketahui tentang metode penelitian?
JAWAB :
1.    Sebelum kita membahas tentang metode penelitian,maka kita harus mengetahui apa yang dimaksud penelitian terlebih dahulu.
-       Penelitian adalah usaha untuk menemukan,mengembangkan,dan menguji kebenaran suatu pengetahuan,yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah (Wacana,2011).
-       Metode penelitian dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali (sugiyono,2008 dalam bantangul,2012)
MACAM-MACAM METODE PENELITIAN
Menurut,Wacan (2011) metode penelitian antara lain sebagai berikut :
a)    Berdasarkan pendekatan kualitatif
-       Metode etnografis
Adalah metode yang digunakan untuk menginterpretasi budaya,kelompok sosial dan suatu sistem masyarakat. Penelitian etnografi bertujuan untuk mendeskripsikan cara berpikir,adat istiadat,bahasa,kepercayaan dan perilaku hidup suatu masyarakat.
-       Metode historis
Adalah metode yang bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan,menilai,memverifikasi,dan mensintesis bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konkklusi yang dapat dipertahankan dan dalam hubungan hipotesis tertentu.
-       Metode fenomenologis
Adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang mencari arti dari pengalaman hidup.
-       Metode studi kasus
Adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan sistem”,baik itu berupa program,kegiatan,peristiwa,atau sekelompok individu yang terkait oleh tempat atau waktu.
-       Metode teori dasar
Metode yang digunakan dalam penelitian dasar yang diarahkan pada penemuan atau penguat suatu teori.
-       Metode studi kritis
Adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang berkembang dari teori kritis,feminis,ras dan pascamodern yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bersifat subjective.
b)    Pendekatan kuantitatif
-       Metode deskriptif
Adalah suatu metode penelitian yang digunakan dalam menggambarkan fenomena yang ada.
-       Metode komparatif
Adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua variabel ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti.
-       Metode korelasional
Adalah metode yang mencari hubungan atau korelasi diantara variabel-variabel yang dicari.
-       Metode survey
Ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan dalam pengamatan langsung terhadap suatu gejala dalam populasi besar atau kecil.
-       Metode ekpos fakto
Adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti.
-       Metode tindakan
Adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan pada pemecahan masalah atau perbaikan.

Menurut,Banta (2012) macam-macam metode penelitian adalah sebagai berikut :
a)    Metode penelitian eksperimen
Adalah sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali.
b)    Metode penelitian historis
Adalah penelitan yang ditujukan pada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif memahami peristiwa masa lampau itu.
c)    Metode penelitian deskriptif
Adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala,peristiwa,kejadian yang terjadi sekarang dan memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung.
d)    Metode penelitian filosofis
Adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki secara rasional melalui pemikiran yang terarah mendalam dan mendasar tentang hakikat sesuatu,baik dengan mempergunakan pola berpikir aliran filsafat tertentu maupun dalam bentuk analisa sistematik.
LANGKAH-LANGKAH POKOK PENELITIAN
1)    Identifikasi,penentuan,dan perumusan masalah.
2)    Pengumpulan data dan kajian pustaka.
3)    Per umusan anggapan dasar (asumsi) dan hipotesis.
4)    Perumusan definisi operasional variabel.
5)    Variabel penelitian.
6)    Instrumen penelitian.
7)    Penyusunan rancangan penelitian.
8)    Populasi dan sampel.
9)    Data dan pengumpulan data.
10)Pengolahan analisis data.
11)Interpretasi hasil analisis data.
12)Penyusunan laporan penelitian.






















REFERENSI
Banta,2012. Macam-macam metode penelitian. http://www.bantangul.com/2012/04/macam-macam-metode-penelitian.html. Diakses tanggal 9 September 2012.
Wacana,2011.Macam-macam metode penelitian. http://wacanakeilmuan.blogspot.com/2011/01/macam-macam-metode-penelitian.html Diakses tanggal 9 September 2012.






TUGAS
METODE PENELITIAN SOSIAL
OLEH
NAMA                    : Furqon
NIM                         : 105080400111032
KELAS                  : S01
C:\Users\Public\Documents\logo picture\3.jpeg


AGROBISNIS PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
      Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya.
      Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah.

1.2 Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud variabel ?
2.    Apa yang dimaksud dengan data ?
3.    Apa yang dimaksud dengan masalah ?
4.    Apa yang dimaksud dengan informasi ?

1.3 Tujuan
1.    Mengetahui yang dimaksud dengan variabel.
2.    Mengetahui yang dimaksud dengan data.
3.    Mengetahui yang dimaksud dengan masalah.
4.    Mengetahui dan memahami yang dimaksud informasi.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian variabel
           
            Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan menggunakan variabel, kita akan mmeperoleh lebih mudah memahami permasalahan. Hal ini dikarenakan kita seolah-olah seudah mendapatkan jawabannya. Biasanya bentuk soal yang menggunakan teknik ini adalah soal counting (menghitung) atau menentuakan suatu bilangan. Dalam penelitian sains, variable adalah bagian penting yang tidak bisa dihilangkan (Akhiarif,2010).
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. Dengan demikian, variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan. Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan (Chandra,2009).

2.2 Pengertian data

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep (Dhiera,2011)
Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui.
2.3 Pengertian masalah
Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal (Geoesa,2009).
Masalah merupakan suatu orientasi yang menjadi persoalan dalam suatu penelitian yang nantinya itu akan menjadi pokok bahasan dalam suatu penelitian. Tanpa adanya suatu masalah penelitian tidak bisa dilaksanakan. Masalah natinya akan menjadi acuan dalam penelitian sehingga masalah tersebut bisa terpecahkan dan bisa diketahui penyebabnya.
2.4 Pengertian informasi
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data (Dhiera,2011).
Informasi adalah suatu hasil dari penelitian sebuah masalah yang ada dalam masalah. Penelitian diharapkan bisa memberi informasi yang akurat kepada masyarakat sehingga masyarakat akan tahu tentang kebenaran dari suatu masalah dan dapat mencari solusi yang terbaik.




REFERENSI
Akhiarif. 2010.Pengertian variabel.http://carapedia.com/pengertian_definisi_variabel_info2017.html. Diakses tanggal 5 September 2012 pukul 18.32 WIB

Chandra.2009. definisi variabel. http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2120715-definisi-variabel/#ixzz26MHacfJH. Diakses tanggal 5 September 2012 pukul 18.35 WIB.
Dhiera. 2011. Pengertian data dan informasi.http://flashnet.forumotion.com/t43-pengertian-data-dan-informasi. Diakses tanggal 6 September pukul 20.01 WIB.
Geoesa.2009. Pengertian masalah.http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2020002-pengertian-masalah/#ixzz26MKQKlnc. Diakses tanggal 6 September 2012 pukul 20.06 WIB.